mata

Hukum Memandang LAWAN JENIS

Ada tujuh kategori pria memandang wanita dan konsekuensi hukum Islam dalam memandang aurat lawan jenis (wanita).

Pertama, laki-laki memandang perempuan tanpa ada keperluan dalam melihatnya walaupun pria itu seorang tua yang lemah dan impoten hukumnya tidak boleh. Kalau melihatnya karena ada keperluan seperti menjadi saksi, maka boleh.

Kedua, laki-laki memandang istrinya. Hukumnya boleh kecuali melihat kemaluannya. Melihat kemaluan istri hukumnya makruh.

Ketiga, laki-laki memandang perempuan yang ada hubungan mahram baik karena keturunan (nasab, keluarga), sepersusuan (rodho’) atau mertua (musaharah), hukumnya boleh memandang anggota tubuh selain antara pusar dan lutut. Hukumnya haram memandang anggota badan wanita mahram/muhriam antara pusar dan lutut.[1]

Keempat, pria memandang wanita bukan mahram untuk tujuan akan dinikah. Hukumnya boleh memandang wajah dan kedua telapak tangannya.[2]

Kelima, pria memandang wanita untuk tujuan pengobatan. Maka boleh memandang pada bagian anggota tubuh yang diobati termasuk kemaluan. Dengan syarat, (a) dokter atau tabib dalam melakukan hal itu harus di depan mahram, atau suami; (b) tidak ada dokter atau tabib perempuan.

Keenam, laki-laki memandang perempuan untuk keperluan kesaksian. Maka seorang saksi laki-laki boleh memandang kemaluan perempuan untuk keperluan kesaksian atas hubungan perzinahan atau kelahiran. Apabila seorang pria sengaja memandang wanita selain untuk bersaksi, maka hukumnya berdosa (fasik) dan kesaksiannya ditolak.

Ketujuh, lelaki memandang perempuan untuk tujuan muamalah (transaksi jual beli, dll), maka hukumnya boleh memandang wajahnya saja.[3]

 

SUMBER & CATATAN KAKI:

[1] Dengan kata lain, perempuan dilarang memakai celana pendek walaupun di rumah sendiri karena saudara, ayah dan pamannya tidak boleh (haram) memandang pahanya.

[2] QS Al Baqarah 2:235

[3] Seluruh tulisan di atas bersumber dari Kitab Fathul Qarib, dalam “Kitab Ahkamin Nikah wama yata’allaqu bihi” hlm. 58-59 (كتاب أحكام النكاح وما يتعلق به). Teks Arabnya lihat di bawah:

(ونظر الرجل إلى المرأة على سبعة أضرب
أحدها نظره) ولو كان شيخاً هرماً عاجزاً عن الوطء (إلى أجنبية لغير حاجة) إلى نظرها (فغير جائز) فإن كان النظر لحاجة كشهادة عليها جاز

(والثاني نظره) أي الرجل (إلى زوجته وأمته فيجوز أن ينظر) من كل منهما (إلى ما عدا الفرج منهما) أما الفرج فيحرم نظره، وهذا وجه ضعيف والأصح جواز النظر إليه، لكن مع الكراهة

(والثالث نظره إلى ذوات محارمه) بنسب أو رضاع أو مصاهرة (أو أمته المزوجة فيجوز( أن ينظر (فيما عدا ما بين السرة والركبة) أما الذي بينهما فيحرم نظره

(والرابع النظر) إلى الأجنبية(لأجل) حاجة (النكاح فيجوز) للشخص عند عزمه على نكاح امرأة النظر (إلى الوجه والكفين) منها ظاهراً و باطناً وإن لم تأذن له الزوجة في ذلك، وينظر من الأمة على ترجيح النووي عند قصد خطبتها ما ينظره من الحرة

(والخامس النظر للمداواة فيجوز) نظر الطبيب من الأجنبية (إلى المواضع التي يحتاج إليها) في المداواة حتى مداواة الفرج، ويكون ذلك بحضور محرم أو زوج أو سيد، وأن لا تكون هناك امرأة تعالجها.

(والسادس النظر للشهادة) عليها فينظر الشاهد فرجها عند شهادته بزناها أو ولادتها، فإن تعمد النظر لغير الشهادة فسق وردت شهادته

(أو) النظر (للمعاملة) للمرأة في بيع وغيره (فيجوز النظر) أي نظره لها وقوله (إلى الوجه) منها (خاصة) يرجع للشهادة والمعاملة

Artikel Terkait:

Siapakah Mahram Kita ?

Hukum Berjabat Tangan Dengan Non Mahram

Hukum Ikhtilat (Campur Baur) Dengan Lawan Jenis

Apa Kata Islam Tentang Khalwat (Berduaan Dengan Non Mahram)

5 comments on “Hukum Memandang LAWAN JENIS

  1. Ping-balik: Siapakah MAHRAM Kita ? | Pendakian Menuju Surga

  2. Ping-balik: Hukum Berjabat Tangan Dengan Non-Mahram | Pendakian Menuju Surga

  3. Ping-balik: Hukum Ikhtilat (Campur Baur) Antara Lawan Jenis | Pendakian Menuju Surga

  4. Ping-balik: Apa Kata Islam Tentang KHALWAT (Berduaan dengan Non-Mahram) ? | Pendakian Menuju Surga

  5. Ping-balik: MAKNA “LAA ILAHA ILALLAAH” [Untuk Diketahui Agar Ibadah Tak Menjadi Sia-sia] | Pendakian Menuju Surga

Berikan Opini:

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s